lagu “Shake It To The Max”
dari MOLIY & Silent Addy bukan sekadar anthem untuk menggoyangkan tubuh di
lantai dansa—ia adalah sebuah pernyataan sikap. Lagu ini memadukan ritme
Afro-fusion dengan semangat empowerment yang berani dan berkelas. Di balik
bait-bait yang tampak ringan, tersembunyi semangat kontrol diri, penolakan
terhadap norma patriarki, dan pengakuan atas kekuatan identitas perempuan masa
kini.
MOLIY:
Suara Baru dari Afrika yang Tidak Bisa Diabaikan
MOLIY, penyanyi asal Ghana yang
sebelumnya dikenal lewat kolaborasi dengan Amaarae, membawa nuansa West African
pop yang menyegarkan. Karakter vokalnya ringan namun tajam, bagaikan angin
tropis yang membelai tapi juga bisa menerbangkan atap rumah. Dalam lagu ini,
dia tidak bernyanyi untuk dikagumi—dia bernyanyi untuk menguasai ruang. Seperti
dalam baris:
"Don't got to fear,
number one in command / I came just to kill, me, I'm too militant"
Kalimat ini menunjukkan dominasi,
bukan hanya dalam relasi, tapi dalam dunia yang sering kali menganggap
perempuan hanya sebagai pelengkap.
Bassline
Tropikal yang Bukan Sekadar Hiburan
Produksi Silent Addy memadukan
beat Afrobeat, dancehall, dan sedikit sentuhan elektronik yang memberi kesan
global namun tetap rooted pada akar urban Afrika dan Karibia. Ritmenya
mengundang gerakan, namun jika Anda hanya fokus pada tarian, Anda akan melewatkan
semangat revolusioner yang dibalut dalam dentuman bass itu.
Bass dalam lagu ini bukan sekadar
pelengkap, melainkan instrumen pemberontakan. Ketika vokal MOLIY berkata:
"Will the DJ please turn
up the bass to the max?"
Itu bukan permintaan biasa. Itu
adalah ajakan untuk menaikkan volume keberanian, kebebasan, dan perayaan
identitas diri tanpa kompromi.
Bukan
Sekadar Lagu: Ini Adalah Ritual Pembebasan
Setiap pengulangan frasa “Shake
it to the max” bisa dipahami sebagai mantra. Ia bukan hanya mengajak
pendengar untuk menari, tapi untuk membebaskan diri dari beban ekspektasi.
Menari bukan sekadar aksi fisik, tapi bentuk ekspresi tertinggi dari tubuh yang
merdeka.
"If you hear this song
then go on bend your back / Go on bend your knees, baby, shake it to the
max"
Ini adalah instruksi kepada semua
perempuan untuk merebut kembali tubuh mereka dari penghakiman dunia luar, dan
menjadikannya instrumen kebanggaan dan kekuatan.
Di Antara
Dentuman, Ada Deklarasi
“Shake It To The Max” adalah
kombinasi sempurna antara musik dansa dan pernyataan ideologis. Ia membuktikan
bahwa lagu klub malam pun bisa menyuarakan revolusi, asal ia dibuat dengan
jujur dan berakar pada pengalaman otentik. Dalam setiap bass-nya, MOLIY dan
Silent Addy menyampaikan pesan: ini bukan hanya tentang menggoyang tubuh—ini
tentang menggoyang batasan.

Komentar
Posting Komentar