Langsung ke konten utama

Makna dibalik lagu mejikuhibiniu - ft Tenxi, suisei & Jemsii

 

Source : MV Tenxi, suisei & Jemsii - mejikuhibiniu

Mejikuhibiniu, sebuah lagu kolaboratif antara Tenxi, Suisei, dan Jemsii, bukan hanya menarik dari segi musikalitas, tetapi juga kuat dari sisi lirik dan emosi yang disampaikan. Judul lagu ini berasal dari akronim warna pelangi dalam bahasa Indonesia: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Namun, di tangan ketiga musisi ini, pelangi bukan sekadar keindahan langit—melainkan lambang dari harapan setelah badai.

Makna Simbolik: “Mejikuhibiniu” Sebagai Harapan

Pelangi dalam lagu ini menjadi simbol dari proses penyembuhan, pencarian makna, serta harapan yang hadir setelah kegelapan. Lirik-liriknya menggambarkan bahwa kehidupan tidak selalu indah—ada luka, kehilangan, dan kekosongan yang dalam—namun di balik semua itu, masih ada warna yang menunggu untuk kembali bersinar.

Kata “mejikuhibiniu” bukan hanya sekadar permainan warna, tapi juga metafora atas tahapan emosi yang dilalui seseorang dalam menghadapi trauma atau duka:

1.                  Merah: Amarah dan luka awal

2.                  Jingga: Kesedihan yang mulai diterima

3.                  Kuning: Kilas balik kenangan hangat

4.                  Hijau: Proses penyembuhan

5.                  Biru: Kesendirian dan kontemplasi

6.                 Nila & Ungu: Kedewasaan emosional dan spiritual

Lirik: Antara Cinta, Persahabatan, dan Rasa Cemburu

Lirik inti yang menjadi sorotan adalah:

“Mejikuhibiniu ku lihat kamu
Hidup penuh warna warni saat ku bersamamu
Satu untuk semua dan semua untuk satu
Kenapa ada dia di antara kau dan aku?”

Bagian ini mengandung narasi emosional yang dalam. Awalnya, penulis lirik menggambarkan perasaan bahagia dan hidup yang berwarna saat bersama seseorang. Frasa "Mejikuhibiniu ku lihat kamu" menekankan bahwa sosok tersebut adalah sumber warna dan semangat.

Atmosfer Musik: Minimalis, Emosional, dan Sinematik

Secara musikal, lagu ini menggunakan instrumental yang sederhana namun sangat atmosferik. Piano, petikan gitar akustik, dan layer synth ambient menciptakan ruang kosong yang luas—mewakili ruang emosional dalam jiwa manusia.

Build-up musik yang pelan namun intens memperkuat pesan bahwa penyembuhan bukan proses instan, melainkan pelan dan perlahan, seperti gradasi warna pelangi setelah hujan.

Mejikuhibiniu

“Mejikuhibiniu” bukan hanya karya musik—melainkan cermin perasaan yang jujur dan tidak disembunyikan. Lagu ini menggambarkan bahwa cinta, persahabatan, dan rasa sakit sering kali datang bersamaan, seperti warna-warna pelangi yang berdampingan.

Tenxi, Suisei & Jemsii berhasil membungkus kisah rumit ini dalam balutan nada yang lembut dan emosional. Dan dalam dunia yang penuh ketidakpastian, “Mejikuhibiniu” mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kebingungan hati, masih ada warna yang menuntun kita pulang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CENTRAL CEE - TRUTH IN THE LIES (FEAT. LIL DURK)

  Source : MV  CENTRAL CEE - TRUTH IN THE LIES (FEAT. LIL DURK) Rilis terbaru dari Central Cee , “ Truth in the Lies ” menampilkan kolaborasi yang kuat dengan rapper yang berbasis di Chicago Lil Durk. Lagu ini menggabungkan gaya drill khas London Central Cee dengan sentuhan melodi rap yang menjadi ciri khas Lil Druk . Hasilnya adalah lagu yang penuh emosi dan refleksi tentang kehidupan jalanan, kepercayaan, dan pengkhianatan. Judul lagu Paradoks yang Mewakili Era Judulnya saja sudah seperti teka-teki: “Truth in the Lies” — kebenaran di balik kebohongan. Tapi apa maksudnya? Di dunia para rapper, kebohongan sering menjadi alat bertahan hidup: cerita-cerita yang dilebihkan, citra yang diperindah, persona yang dibentuk demi eksistensi. Namun, di antara semua itu, Central Cee dan Lil Durk memilih untuk berkata, "Di balik semua itu, ada sesuatu yang nyata." Mungkin bukan faktanya yang benar, tapi emosinya: rasa sakit, paranoia, kehilangan. Dua Dunia, Satu Luka? Central Cee dari...

Khantrast - Man Of The Year

  Source  : MV  Khantrast - Man Of The Year lagu " Man Of The Year " karya Khantrast lebih dari sekadar ambisi menjadi besar. Lagu ini adalah surat terbuka dari generasi yang tumbuh dalam bayang-bayang tekanan keluarga, stereotip etnis, dan pertarungan mental yang sunyi. Ini bukan sekadar lagu motivasi. Ini adalah tindakan pembalasan yang halus—terhadap dunia yang terlalu sering meremehkan, dan terhadap suara internal yang terlalu keras menghakimi. Ayah, Aku Akan Buktikan Salah satu garis paling menusuk dalam lagu ini datang dari bait:    “pops telling me I’ll never make it / Now I got proof that I’m taking it there” Ini bukan lirik yang dibuat-buat. Ini terdengar seperti memoar anak rantau, atau lebih tepatnya, anak dari keluarga imigran yang dibesarkan di tengah dua dunia: satu yang menuntut stabilitas dan "jalan aman", dan satu lagi yang memanggil jiwa untuk mengejar sesuatu yang lebih personal, lebih abstrak—yakni impian. "Pops" dalam lagu ini bukan...