Langsung ke konten utama

Khantrast - Man Of The Year

 

Source : MV Khantrast - Man Of The Year

lagu "Man Of The Year" karya Khantrast lebih dari sekadar ambisi menjadi besar. Lagu ini adalah surat terbuka dari generasi yang tumbuh dalam bayang-bayang tekanan keluarga, stereotip etnis, dan pertarungan mental yang sunyi.

Ini bukan sekadar lagu motivasi. Ini adalah tindakan pembalasan yang halus—terhadap dunia yang terlalu sering meremehkan, dan terhadap suara internal yang terlalu keras menghakimi.

Ayah, Aku Akan Buktikan

Salah satu garis paling menusuk dalam lagu ini datang dari bait:

   “pops telling me I’ll never make it / Now I got proof that I’m taking it there”

Ini bukan lirik yang dibuat-buat. Ini terdengar seperti memoar anak rantau, atau lebih tepatnya, anak dari keluarga imigran yang dibesarkan di tengah dua dunia: satu yang menuntut stabilitas dan "jalan aman", dan satu lagi yang memanggil jiwa untuk mengejar sesuatu yang lebih personal, lebih abstrak—yakni impian.

"Pops" dalam lagu ini bukan hanya ayah. Ia adalah representasi dari harapan keras kepala generasi sebelumnya yang terpotong oleh pengalaman mereka sendiri—perang, kelaparan, atau sekadar kerasnya dunia lama yang membuat mereka percaya bahwa impian adalah barang mewah.

Dari Kambing Hitam ke Ikon Tak Terbantahkan

“Went from black sheep to the man of the house”

Baris ini melampaui klise ‘underdog’. Ini adalah pengakuan bahwa transformasi pribadi kadang terjadi tanpa sorotan, di ruang sunyi, di bawah tekanan internal yang konstan.

Khantrast menulis tentang rasa sakit ditolak, dicurigai, bahkan oleh keluarga sendiri. Tapi bukannya memendam dendam, ia menjadikannya bahan bakar. Di sinilah letak kekuatan lagu ini: bukan tentang membalas, tetapi mengubah beban menjadi identitas baru.

Luka, Beat, dan Harapan yang Dibungkus Trap

Di balik semua ambisi, lagu ini tetap terasa sangat manusiawi. Ada rasa cemas, depresi, dan kehilangan arah:

“Still making ‘em bounce to the boom of the 808s / As I’m looking around, still feel like them same old days”

Ada ironi di sini. Bahkan ketika kesuksesan tampak di depan mata, perasaan kosong dan pertempuran batin tetap tak pergi. Lagu ini adalah pengingat bahwa pencapaian luar tidak serta-merta menyembuhkan luka dalam.

Menjadi “Man Of The Year” Bukan Tentang Piala, Tapi Tentang Perdamaian dengan Diri Sendiri

Khantrast tidak hanya sedang berjuang untuk menjadi "man of the year" dalam arti literal. Ia sedang mencari cara untuk berdamai dengan masa lalu, dengan keluarga, dan dengan dirinya sendiri. Lagu ini adalah doa yang dibungkus dalam ketukan trap dan lirik rap yang penuh bara.

Bagi siapa pun yang tumbuh dengan ekspektasi keluarga yang menghimpit, bagi mereka yang merasa ‘terlalu berbeda’ untuk diakui, lagu ini adalah anthem tak resmi—sebuah pernyataan bahwa kita tidak harus sempurna, tapi kita bisa tetap bangkit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CENTRAL CEE - TRUTH IN THE LIES (FEAT. LIL DURK)

  Source : MV  CENTRAL CEE - TRUTH IN THE LIES (FEAT. LIL DURK) Rilis terbaru dari Central Cee , “ Truth in the Lies ” menampilkan kolaborasi yang kuat dengan rapper yang berbasis di Chicago Lil Durk. Lagu ini menggabungkan gaya drill khas London Central Cee dengan sentuhan melodi rap yang menjadi ciri khas Lil Druk . Hasilnya adalah lagu yang penuh emosi dan refleksi tentang kehidupan jalanan, kepercayaan, dan pengkhianatan. Judul lagu Paradoks yang Mewakili Era Judulnya saja sudah seperti teka-teki: “Truth in the Lies” — kebenaran di balik kebohongan. Tapi apa maksudnya? Di dunia para rapper, kebohongan sering menjadi alat bertahan hidup: cerita-cerita yang dilebihkan, citra yang diperindah, persona yang dibentuk demi eksistensi. Namun, di antara semua itu, Central Cee dan Lil Durk memilih untuk berkata, "Di balik semua itu, ada sesuatu yang nyata." Mungkin bukan faktanya yang benar, tapi emosinya: rasa sakit, paranoia, kehilangan. Dua Dunia, Satu Luka? Central Cee dari...

Makna dibalik lagu mejikuhibiniu - ft Tenxi, suisei & Jemsii

  Source  :  MV  Tenxi, suisei & Jemsii - mejikuhibiniu “ Mejikuhibiniu ” , sebuah lagu kolaboratif antara Tenxi , Suisei , dan Jemsii , bukan hanya menarik dari segi musikalitas, tetapi juga kuat dari sisi lirik dan emosi yang disampaikan. Judul lagu ini berasal dari akronim warna pelangi dalam bahasa Indonesia: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu . Namun, di tangan ketiga musisi ini, pelangi bukan sekadar keindahan langit—melainkan lambang dari harapan setelah badai. Makna Simbolik: “Mejikuhibiniu” Sebagai Harapan Pelangi dalam lagu ini menjadi simbol dari proses penyembuhan, pencarian makna, serta harapan yang hadir setelah kegelapan. Lirik-liriknya menggambarkan bahwa kehidupan tidak selalu indah—ada luka, kehilangan, dan kekosongan yang dalam—namun di balik semua itu, masih ada warna yang menunggu untuk kembali bersinar. Kata “mejikuhibiniu” bukan hanya sekadar permainan warna, tapi juga metafora atas tahapan emosi yang dilalui seseorang dal...